A. Koreksi melalui kamera
Fungsinya
adalah untuk memperindah bentuk tubuh model, contoh pada pemotretan studio, 1
badan:
§
Eye level, dimana posisi kamera berada di tengah-tengah ketinggian POI
dalam frame (berpatokan pada pinggul). Foto yang akan dihasilkan adalah
ketinggian POI mendekati normal.
§
Low angle, dimana posisi kamera berada di bawah ketinggian POI, foto yang
dihasilkan akan membuat POI seolah semakin tinggi, koreksi ini baik untuk POI
yang berpostur pendek.
§
Hi-angle, dimana posisi kamera berada di atas garis batas pinggul. Foto
yang dihasilkan akan membuat seolah POI semakin pendek.
Untuk
menghindari distorsi (foto portrait) perspektif akibat sudut pengambilan low
dan hi-angle, sebaiknya digunakan lensa yang minimal 2 x panjang frame film,
jadi apabila sisi panjang frame film adalah 35mm (perbandingan panjang dan
lebarnya sama dengan frame pada sudut bidik), maka lensa yang baik adalah 70 –
85mm. Lensa ini memperkecil distorsi perspektif.
B. Koreksi melalui subyek
(POI)
Selain
melalui kamera (lensa), koreksi sudut pengambilan juga bisa langsung kepada
subyeknya, tapi peranan penting disini adalah filter dan cahaya.
Sebagai
contoh pada pengambilan foto CU dan MCU
Ø
POI bermuka bulat, berahang lebar atau berbadan gemuk. Gunakan short light
dimana sisi muka/bagian badan yang menghadap ke kamera lebih gelap. Posisikan
kamera di atas muka POI
Ø
POI bermuka tirus atau berbadan kurus. Gunakan broad light, dimana sisi
muka/bagian badan yang menghadap kamera mendapatkan cahaya yang lebih banyak.
Posisi kamera eye level POI
Ø
POI berkeriput, gunakan filter soft.